Monday, May 16, 2011

PARMORE "going to concert at bali and jakarta"

Paramore Akan Tampil di Jakarta dan Bali Agustus Mendatang

paramore“Hey, Indonesia! We are Paramore. We will see you on 17 in Bali and 19 in Jakarta,” ucap Hayley Williams vokalis grup rock Amerika Serikat, Paramore, pada sebuah video berdurasi singkat yang ditayangkan Senin [2/5] siang di Hard Rock Cafe, Jakarta, dalam sebuah konferensi pers. Dalam video itu, gitaris Taylor York dan pemain bass Jeremy Davis terlihat duduk di sisi kanan dan kiri Williams.
Mereka bertiga adalah personel Paramore yang tersisa semenjak gitaris Josh Farro dan pemain drum Zac Farro keluar dari band pada akhir 2010 lalu. Pemain drum sessional “sejuta umat” Josh Freese [A Perfect Circle, The Vandals, Devo, Nine Inch Nails, Weezer dan Guns N’ Roses, Avril Lavigne, dan lain-lain] yang menggantikan posisi Zac tidak tampak di sana.
“We’re really excited,” sambung Taylor York kemudian.
Setelah melalui proses tender yang cukup panjang akhirnya grup musik yang terbentuk sejak 2004 itu akan diboyong ke Indonesia oleh Show Maxx Entertainment. Seperti yang disebutkan sedikit tadi oleh vokalis Hayley Williams, Paramore akan tampil pada tanggal 17 Agustus 2011 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, dan 19 Agustus 2011 di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta.
Serwin Jayadi, pemilik Show Maxx Entertainment, menjelaskan bahwa awalnya Paramore memilih Jakarta dan Jogjakarta. Hal itu disebabkan karena Chad Gilbert, gitaris New Found Glory yang juga merupakan kekasih Williams sejak 2008 silam, memberikan souvenir khas Jogjakarta kepada Williams sepulangnya ia konser di Indonesia.
“Kita kasih lihat foto-foto Bali ke Hayley dan dia langsung falling in love sama Bali. Bukan berarti Jogja jelek, hanya saja terlalu dekat dengan Jakarta. Fanbase Paramore di Bali dan Malang juga besar. Yang dari Jogjakarta dan Malang bisa ke Bali,” kata Serwin.
Serwin kemudian menambahkan bahwa keyakinannya untuk memboyong Paramore ke Indonesia didasari oleh pengamatannya terhadap fanbase. “Sudah beberapa kali Indonesia dilewati. Malaysia lagi, Singapore lagi. Padahal yang bikin penuh sewaktu mereka konser di Singapore atau Malaysia itu orang-orang Indonesia juga,” imbuhnya.
Memboyong Paramore ke Indonesia adalah sesuatu yang tidak mudah. Ini diakui oleh Syam Talisman dari pihak promotor. Menurutnya, salah satu tantangan terberat adalah banyaknya promotor lain yang juga berminat untuk mengundang Paramore.
“Cukup alot. Karena ada promotor-promotor lain yang ikut biding,” ungkap Syam. “Perbedaan antara kami dengan promotor lain mungkin lebih kepada pendekatannya dengan Paramore. Kami melakukan personal approaching dengan memberikan data-data fanbase mereka di Indonesia. Dengan begitu mereka akan merasa sangat nyaman untuk tampil di depan penggemar sendiri.”
Selain dihadiri para wartawan dari berbagai media, konferensi pers siang itu juga disambangi oleh sejumlah remaja mayoritas putri yang menyebut dirinya Paramore Indonesia. Mereka adalah klab penggemar Paramore yang telah berdiri sejak 2009 silam.
“Kita sangat senang karena Paramore bisa datang ke sini. Kita udah nunggu sekian lama,” kata seorang remaja putri yang merupakan ketua klab itu.
Ricky Siahaan, Associate Editor Rolling Stone Indonesia yang didapuk sebagai pembicara, mengatakan bahwa salah satu kelebihan Paramore yang membuatnya dicintai oleh penggemar adalah kerendahan hati yang dimiliki oleh Hayley Williams.
“Paramore bisa dibilang sebagai No Doubt-nya generasi 2000an. Bedanya, Hayley tidak ingin Paramore disebut sebagai female-fronted band. Paramore adalah band. Dia memang tidak terlihat berambisi untuk solo karir. Beda dengan Gwen Stefani,” ujar Ricky.
Di Bali dan Jakarta nanti, Paramore akan tampil dalam durasi kurang lebih 90 menit. Dan menurut promotor rencananya akan ada opening act meski belum dapat dipastikan siapa yang akan membuka konser itu nantinya.
“Kalau pun nanti ada band pembuka, itu akan diaudisi oleh Hayley sendiri. Tapi ini masih tentatif,” jelas Syam.
Tiket pre-sale konser Paramore untuk Jakarta akan dijual sebanyak 3000 lembar mulai tanggal 8 Mei 2011 pukul 10.00 WIB di Thamrin City Lantai 2 dengan harga Rp. 600 ribu (Festival A) dan Rp. 400 ribu (Festival B). Sedangkan untuk harga normal tiket dijual Rp. 700 ribu (Festival A) dan Rp. 500.000 (Festival B).
Sumber : rollingstone.co.id

UNIK DI INDONESIA

1. Hutan
Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang luas. Hutan Indonesia yang luasnya mencapai 138 juta hektar merupakan tempat hidup bagi 11% spesies tumbuhan dunia, 10% spesies mamalia dunia, dan 16% spesies burung dunia. Meskipun demikian, Guinness World Records pada tahun 2008 menyematkan rekor pada Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan hutannya di dunia, yakni kehilangan 1,8 juta hektar hutan setiap tahun.








      
2. Angka

Penyebutan angka 1-9 dalam huruf Bahasa Indonesia mengandung misteri. Jika kita menjumlahkan dua angka yang huruf awalannya sama, maka hasilnya selalu sepuluh.
Berawalan S -> Satu + Sembilan = Sepuluh
Berawalan D -> Dua + Delapan = Sepuluh
Berawalan T -> Tiga + Tujuh = Sepuluh
Berawalan E -> Empat + Enam = Sepuluh
Bahkan Lima + Lima = Sepuluh
 
3. Latah

Latah merupakan penyakit syaraf yang gejalanya muncul ketika dikageti, atau tanpa sadar suka mengulangi perkataan atau gerakan orang lain. Selain di Indonesia, penyakit ini hanya ditemukan pada suku Ainu di Jepang, masyarakat gurun pasir di Gobi, dan sebuah suku di Perancis. Di Indonesia sendiri, awalnya penyakit ini hanya ditemui pada suku-suku di Pulau Jawa, Sumatera, dan pedalaman Kalimantan. Namun uniknya, lama-kelamaan latah di Indonesia dianggap keren dan menjadi trend, terutama di kalangan selebriti. Sebagian kaum selebriti memanfaatkan latah sebagai modal ketenaran atau ciri khas selaku entertainer.
 
4. Tanggal 17 Agustus

Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.

BINATANG UNIK

BINATANG UNIK tapi nyata. Ya, dunia memang ada binatang yang unik walaupun mungkin kapten tidak menyadarinya. Sebenarnya unik sekali bahkan tempat tinggal mereka, jadi mungkin bagi kapten yang bukan petualang tidak akan menemukannya. Penasaran? . . .

Aye-aye yang unik


Binatang UnikFoto binatang unik Aye-aye

Ketangkap satu nih binatang aneh bin unik, namanya Aye-aye. Apakah gerangan ini? Dia adalah binatang asli Madagaskar, merupakan binatang pengerat. Makanannya adalah belatung, oia lihat tangannya, nah itu caranya mencari makan juga unik. Jadi ngetuk-ngetuk gitu, abis gitu "Ada siapa ya?", begitu belatungnya keluar ditangkap deh sama si Aye.

Misalkan si mr. Belatung ga mau keluar walau udah diketuk-ketuk, langsung deh binatang unik ini melubangi rumah si belatung dan dicomot secara paksa kemudian dimakan.

Nama ilmiahnya : Daubentonia gascarensis
Tipe : Binatang malam

Shoebill si unik

binatang-unikFoto binatang unik lagi berpose

Masih mau yang lebih unik lagi? Noh lihat si Shoebill. Walau bentuknya agak "cacat" menurut saya, tetapi apa yang bikin si binatang unik ini terlihat berkharisma? Lihat tuh matanya, mirip elang kan, tajam sekali. Dinamakan Shoebill mungkin karena bila sekilas dilihat paruhnya mirip sepatu ... Hahaha!

Jangan dekat-dekat binatang unik ini atau nanti anda ditabok pakai kakinya,
tidak berperikemanusiaan si Shoebill? .... Ya, namanya juga unggas .... (sigh)

Keterangan :
Nama ilmiahnya : Balaeniceps rex
Makanannya : orang ikan
Tinggi : 1.2 m
Berat : 5.6 kg
Lebar sayap : 2.33 m
Warna : abu-abu dan cokelat (Kayak lagi milih warna hp aja...hehe)


unik nya Crustacea berbulu Yeti


binatang unikbinatang unik kepiting Yeti yg kayaknya sudah dimuseumkan

sumber : http://www.burukutuk.com/2011/03/binatang-unik-tapi-nyata.html

Friday, May 6, 2011

Kabar mengenai INCUBUS yang akan concert di indonesia

Baru-baru ini, beredar kabar kalau band yang termasuk paling dinanti kehadirannya, Incubus akan kembali menggelar konser di Jakarta pada 2011 ini. Tapi, kapan ya?

Setelah berhasil menggoyang Tennis Indoor Senayan pada 5 Maret 2008 lalu kabarnya Brandon cs akan kembali menggelar konser di Indonesia.

Melalui Akun Twitter komunitas penggemar Incubus di Indonesia, @Incunesia mem-posting status kalau band rock asal California, Amerika Serikat rencananya akan menggelar konser di Jakarta pada Juli mendatang.

"INCUBUS LIVE IN JAKARTA, Selasa, 26 Juli 2011 Istora Senayan, Mark your calendar!," tulis @Incunesia.

"Detail mengenai promotor akan menyusul. Berita ini didapat langsung dari manager Incubus, Steve Rennie. Believe it!," tulis @Incunesia berikutnya.

Thursday, May 5, 2011

Daftar Band luar yang akan concert di indonesia

Daftar Band luar yang akan concert di indonesia dari tanggal 14 mei keatas

Hey Monday, dan The Downtown Fiction 14 Mei 2011 (Tennis Indoor Senayan, Jakarta).
Andrea Bocelli Minggu, 15 Mei 2011. Venue : Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.
Harga Tiket : Silver (Rp 2.750.000), Gold (Rp 5.500.000), platinum (Rp 11.000.000). More info click here
Image and video hosting by TinyPic
Lee DeWyze Live @The Cascade Lounge 14 May, Jakarta
M&G Taman Anggrek 15 May, Jakarta.

Update: Asking Alexandria, Live in Concert. Tenis Indoor Senayan. Selasa 28 Mei 2011. Promotor: Lian MIPRO.
Tiket: Rp.350.000,-
Image and video hosting by TinyPic
BEN FOLDS UP CLOSE & PERSONAL, BALAI KARTINI, JAKARTA. 26 Mei 2011. Promotor: Ismayagroup.com
Update: KATY PERRY, BIG BANG (Korea), BROWN EYED GIRL (Korea), 24Herbs (HongKong) , Jakarta Teen Festival, 28 Mei 2011. Promotor: Berlian Entertainment
KIMCHI (Korea Idols Music Concert Hosted in Indonesia) Super Junior, Park Jung Min, The Boss, Girl’s Day, X-5. 4 Juni 2011, ISTORA SENAYAN JAKARTA. Promotor: @WProductions08
Sunday Jazz Festival featuring The Brand New Heavies 5 Juni 2011.
Venue : Segarra, Ancol
Tiket : Rp 330.000
FatBoy Slim Live in Concert, Jakarta – 8 Juni 2011. Promotor: @UrbaniteAsia
Tiket: presale 2 (Rp 345.000), regular (Rp 460.000)
Nevermore Sabtu, 25 Juni 2011, Jakarta
KYLIE MINOGUE, 27 Juni 2011. Le Folie Tour, Sentul.
Napalm Death Senin, 27 Juni 2011, Jakarta
Eyes Set to KillTanggal : Jumat, 8 Juli 2011 (Jakarta) dan Sabtu, 9 Juli 2011 (Bandung)
Venue : Plasa Tenggara, Senayan (Jakarta) dan Dago Tea House (Bandung)
Warpaint Tanggal : Kamis, 21 Juli 2011
Java Rockin’ Land 2011
Tanggal : Jumat, 22 Juli 2011 – Minggu, 24 Juli 2011
Venue : Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta
Rockvolution 2011 featuring Marky Ramone’s Blitzkrieg, The Datsuns, Alkaline Trio
Tanggal : Sabtu, 23 Juli 2011 – Minggu, 24 Juli 2011
Venue : Hall D Senayan, Jakarta
INCUBUS Live in Concert, 26 Juli 2011.
Paramore Live in Concert, Bali 17 August dan Jakarta 19 Aug. Info menyusul!
Alesana
Tanggal : Sabtu, 17 September 2011
Venue : Tennis Indoor Senayan, Jakarta
NKOTBSB : New Kids on the Block and Backstreet Boys
Tanggal : Rabu, 21 September 2011, Jakarta

sumber : http://creativedisc.com/

History of MUSE

Muse adalah grup musik rock alternatif asal Inggris. Band ini dibentuk di Devon pada tahun 1994. Anggota band ini terdiri dari tiga orang, yaitu Matthew Bellamy (vokalis, gitaris, pianis), Dominic Howard (drummer), dan Chris Wolstenholme (bassis). Muse memiliki genre musik yang memadukan rock, rock progresif, musik klasik, dan elektronika. Muse juga dikenal dengan konser live yang memukau, bercirikan permainan yang energik dan efek visual yang mengagumkan.[1] Muse telah merilis empat album rekaman, dimulai dengan Showbiz pada tahun 1999, diikuti Origin of Symmetry di tahun 2001, Absolution di tahun 2003, Black Holes & Revelations di tahun 2006 dan album terbarunya The Resistance di tahun 2009. Sepanjang kariernya, Muse telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk 5 MTV Europe Music Awards, 5 Q Awards, 4 NME Awards dan 2 Brit Awards.

E.P. dan Showbiz (1998-2000)

Setelah beberapa tahun membangun komunitas penggemar, Muse memainkan konser-konser pertama mereka di London dan Manchester. Band ini lalu bertemu dengan Dennis Smith, pemilik perusahaan rekaman Sawmills, yang bermarkas di Cornwall, Inggris.
Pertemuan ini akhirnya dilanjutkan dengan rekaman resmi pertama Muse, yaitu E.P. Muse yang menggunakan label Sawmills, Dangerous. Lalu E.P. ke-2 mereka, Muscle Museum, meraih peringkat ke-3 pada tangga lagu indie dan mendapat perhatian dari jurnalis musik Inggris yang berpengaruh, Steve Lamacq, serta majalah musik mingguan Inggris, NME. Dennis Mills lalu membantu membangun perusahaan musik Taste Media, yang dibuat khusus untuk Muse (Muse menggunakan label ini untuk 3 album pertama mereka). Ini merupakan hal yang sangat menguntungkan untuk Muse karena mereka dapat mempertahankan keunikan musik mereka pada awal karier mereka.
Walaupun E.P. ke-2 mereka cukup sukses, banyak perusahaan rekaman Inggris tetap enggan mendukung Muse, dan banyak orang di industri musik menganggap musik Muse terlalu mirip dengan Radiohead sebagaimana halnya band-band baru asal Inggris lain saat itu. Namun, perusahaan Amerika Serikat Maverick Records mempromosikan Muse untuk tampil beberapa kali di Amerika Serikat hingga akhirnya mengontrak mereka pada tanggal 24 Desember 1998.[5] Sepulangnya dari Amerika, Taste Media mendapatkan kontrak untuk Muse di perusahaan-perusahaan rekaman di Eropa dan Australia. John Leckie, yang menjadi produser album untuk Radiohead, Stone Roses, "Weird Al" Yankovic dan The Verve, dijadikan produser album pertama Muse, Showbiz.[4]
Peluncuran album ini diikuti dengan penampilan pendukung pada tur band Foo Fighters dan Red Hot Chili Peppers di Amerika Serikat. Pada tahun 1999 dan 2000, Muse bermain pada beberapa festival musik di Eropa dan Australia, dan mengumpulkan banyak penggemar baru di Eropa Barat.

[sunting] Origin of Symmetry dan Hullabaloo Soundtrack (2001-2002)

Album ke-2 mereka, Origin of Symmetry, dengan John Leckie sebagai produser, berisikan musik yang lebih berat dan gelap, dengan suara bass yang dalam dan terdistorsi. Muse bereksperimen dengan alat-alat musik yang tidak biasa digunakan, seperti organ gereja, Mellotron, dan peralatan drum tambahan. Muse lebih banyak mengandalkan suara tinggi Bellamy, dengan alunan arpeggio gitar dan permainan piano yang terdengar jelas, yang terinspirasi dari gerakan romantisme khususnya musikus Rusia Sergei Rachmaninoff dan Tchaikovsky. Beberapa lagu seperti "Space Dementia" memiliki unsur klasik yang lebih kental oleh musik Rachmaninoff. Bellamy juga menyatakan adanya pengaruh dari gitaris ternama Jimi Hendrix dan Tom Morello (gitaris Rage Against The Machine dan Audioslave) dalam melodi gitar pada beberapa lagu terakhir dalam album ini.[6] Terdapat pula daur ulang dari lagu "Feeling Good", yang aslinya dibuat oleh Anthony Newley dan Leslie Bricusse dan dipopulerkan oleh Nina Simone.
Origin of Symmetry memperoleh penilaian yang beragam dari berbagai kritikus musik. Dean Carlson dari Allmusic menilai permainan Muse terlalu menyerupai Radiohead, dan menganggap lagu-lagu mereka terlalu berlebihan dan sulit diterima."[7] Sebaliknya, Roger Morton dari NME memberikan nilai 9/10 untuk album ini, mengomentari sisi yang gelap dan berani dari Muse, bahkan menilai bahwa Bellamy lebih 'gila' dari Thom Yorke, vokalis Radiohead.[8] Album ini berpotensi untuk membuat Muse semakin terkenal di Amerika Serikat, tapi Maverick tidak setuju dengan gaya vokal Bellamy yang dianggap tidak cocok untuk penyiaran radio dan meminta MUSE untuk mengubah beberapa lagu mereka sebelum dirilis di Amerika Serikat. Muse menolak permintaan ini dan meninggalkan perusahaan rekaman Maverick, yang mengakibatkan tidak dirilisnya album Origin of Symmetry ini di Amerika (album ini akhirnya dirilis di daerah tersebut pada 20 September 2005, setelah Muse menjalin kontrak dengan Warner).
Penampilan Muse selama promosi album Origin of Symmetry berhasil menarik banyak pengemar dan membangun reputasi Muse sebagai band dengan penampilan live yang luar biasa. Reputasi ini membawa Muse untuk merilis Hullabaloo Soundtrack, DVD yang berisi penampilan mereka di Le Zenith di Paris,Perancis pada tahun 2001. Lalu secara bersamaan, mereka juga merilis album ganda yang berisi B-side dan rekaman dari penampilan di Le Zenith. Album ganda single A-side juga dirilis, dengan dua lagu baru yaitu In Your World dan Dead Star, yang berbeda dengan gaya opera lagu-lagu lain pada Origin of Symmetry.
Pada edisi Februari 2006 majalah Q Magazine, album Origin of Symmetry berhasil menempati peringkat ke-74 pada daftar 100 album terbaik sepanjang masa menurut penggemar.

Absolution (2003-2005)

Matthew Bellamy saat tampil di Festival Glastonbury tahun 2004.
Album ke-3 mereka Absolution (diproduksi oleh Rich Costey) diluncurkan pada tahun 2003 dan debutnya nomor satu di Inggris. [9] Album ini menghasilkan single pertama yang memasuki sepuluh top hits mereka "Time Is Running Out" dan kemudian dua puluh top hits: "Hysteria", "Sing For Absolution" dan "Butterflies And Hurricanes". Muse kemudian melakukan tur internasional pertama mereka. Ini terus selama sekitar satu tahun dan Muse mengunjungi Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, dan Perancis. Sementara itu, band ini merilis enam single ("Stockholm Syndrome", "Time Is Running Out", "Hysteria", "Sing For Absolution", "Butterflies And Hurricanes" dan "Apocalypse Please"). Di AS dari tur 2004 mulai tidak menyenangkan karena Bellamy melukai dirinya sendiri di panggung selama pertunjukan pembukaan di Atlanta.[10] Tur dilanjutkan setelah beberapa jahitan dan beberapa hari.
Band ini juga tampil di Festival Glastonbury pada bulan Juni 2004. Setelah festival, band ini menggambarkan konser ini sebagai "konser terbaik dalam hidup kita".[11][12] Namun, ayah drummer Dominic Howard, William Howard, yang berada di festival untuk menonton band, meninggal karena serangan jantung setelah band tampil. Single Butterflies & Hurricanes didedikasikan untuk ayah Howard. Muse kemudian melanjutkan tur mereka. Mereka memenangkan dua penghargaan MTV Eropa, termasuk "Best Alternative Act" dan Q Award untuk "Best Live Act".[13] Muse juga menerima penghargaan sebagai "Best Live Act" pada BRIT Awards tahun 2005. Muse kehilangan dua kali untuk penghargaan Best British Band dari NME, pada tahun 2004 dan 2005. Pada bulan Juli 2005, Muse berpartisipasi dalam konser Live 8 di Paris.[14]
Matthew saat di Curiosa Festival, Randalls Island, New York .
Tahun 2003 band menuntut Nestlé, yang menggunakan cover Nina Simone "Feeling Good" pada sebuah iklan untuk Nescafé tanpa izin band. Mereka menyumbangkan uang kompensasi untuk Oxfam
Mereka juga mempunyai DVD yang dirilis oleh band pada 12 Desember 2005, disebut Absolution Tour. Rilis resmi berisi editan Festival Glastonbury 2004 dan sebelumnya cuplikan dari London Earls Court, Wembley Arena, dan Teater Wiltern di Los Angeles. Dua lagu, "Endlessly" dan "Thoughts Of A Dying Atheist", sebagai trek tersembunyi pada DVD yang diambil dari Wembley Arena. Hanya lagu dari Absolution yang tidak muncul di DVD live adalah "Falling Away With You", yang belum pernah dilakukan live sampai saat ini.[15] Absolution mendapatkan sertifikat Emas di AS.[16]

Black Hole & Revelations dan HAARP (2006-2008)

Muse memainkan lagu "Starlight" di Reading and Leeds Festivals tanggal 28 August 2006
Pada tahun 2006, Muse merilis album keempat mereka, Black Holes & Revelations, diproduksi oleh Muse dan Rich Costey. Judul dan tema album adalah hasil dari daya tarik band dengan fiksi ilmiah dan kemarahan politik.[17][18] Album ini mencapai No 1 di Inggris, sebagian besar Eropa, dan Australia. Ini juga sukses di Amerika Serikat, mencapai nomor sembilan di chart album Billboard 200.[19] Sebelum merilis album baru, band ini membuat pertunjukan live, yang sempat terhenti ketika sedang merekam, membuat sejumlah penampilan promosi dimulai pada tanggal 13 Mei 2006 di BBC Radio 1's Big Weekend. Tour Black Holes & Revelations dimulai tepat sebelum mereka merilis album dan awalnya kebanyakan terdiri dari penampilan festival, terutama slot headline di Reading dan Leeds Festival pada bulan Agustus 2006.[20] Jadwal tur utama band dimulai dengan tur di Amerika Utara dari akhir Juli awal Agustus 2006. Setelah terakhir dari festival musim panas, tur Eropa dimulai, termasuk tur arena besar Inggris.[21] Black Holes & Revelations dinominasikan untuk Mercury Music Prize 2006, namun kalah dari Arctic Monkeys.[22] Album itu, memperoleh Penghargaan Platinum Eropa setelah menjual satu juta kopi di benua itu.[23] Pada bulan Agustus 2006, Muse mencatat sesi live di Abbey Road Studios untuk Live from Abbey Road.
Single pertama dari album, "Supermassive Black Hole", dirilis sebagai download pada Mei 2006. Hal ini kemudian diikuti oleh rilis umum sebagai satu bulan berikutnya, semua menjelang rilis album utama. Single kedua, "Starlight", dirilis pada bulan September 2006. "Knights Of Cydonia" dirilis di Amerika Serikat pada bulan Juni 2006 dan di Inggris pada November 2006. "Knights of Cydonia" terpilih nomor 1 di polling musik terbesar di dunia Radio Australia Triple J Hottest 100 untuk tahun 2007 dan 18 di Triple J's Hottest 100 dari All Time pada tahun 2009. Single keempat dari album, "Invincible", kemudian dirilis pada bulan April 2007. Satu lagi single, "Map Of The Problematique", dirilis untuk download digital hanya pada bulan Juni 2007, saat band tampil di Wembley.[24]
Muse saat tampil di Gelora Bung Karno, Jakarta tanggal 23 Februari 2007
Band ini banyak menghabiskan bulan November dan Desember 2006 untuk tur Eropa dengan Noisettes band Inggris sebagai pendukung. Tur dilanjutkan di Australia, Selandia Baru, dan Asia Tenggara pada awal tahun 2007 dan sempat konser di Indonesia pada tanggal 23 Februari 2007 sebelum kembali ke Inggris. Mungkin penampilan mereka terbesar sampai saat ini adalah dua pertunjukan di Stadion Wembley yang baru dibangun kembali pada tanggal 16 dan 17 Juni 2007. Kedua konser Wembley direkam untuk sebuah DVD / CD berjudul HAARP, yang dirilis pada 17 Maret 2008[25] in the UK and 1 April 2008[26] di Amerika Serikat. Tur berlanjut di Eropa pada bulan Juli 2007 sebelum kembali ke Amerika Serikat pada bulan Agustus di mana tiket mereka terjual habis saat mereka bermain di Madison Square Garden, New York. Mereka. mendapatkan tempat pada malam kedua dari Austin City Limits Music Festival pada tanggal 15 September 2007, setelah The White Stripes batal tampil. Tidak lama setelah itu, mereka juga tampil di Vegoose Oktober 2007 di Las Vegas bersama band-band seperti Rage Against the Machine, Daft Punk, dan Queens of the Stone Age. Muse melanjutkan tur di Eropa Timur, Rusia, dan Skandinavia sebelum pindah ke Australia dan Selandia Baru. Muse memainkan pertunjukan terakhir mereka dari tur Black Hole and Revelations sebagai temanya di KROQ Almost Acoustic Natal.
Sejumlah penampilan live juga ada pada tahun 2008. Pada bulan Maret, mereka bermain konser di Dubai, Johannesburg, dan Cape Town.[27] Pada tanggal 12 April. Mereka memainkan satu kali konser di Royal Albert Hall dan Teenage Cancer Trust. Muse hadir di Rock in Rio Lisboa pada tanggal 6 Juni, bersama band lainnya seperti Kaiser Chiefs, The Offspring dan Linkin Park.[28] Band juga tampil di sebuah acara baru di Marlay Park, Dublin pada tanggal 13 Agustus dan telah diatur untuk bermain di sebuah pertunjukan di Belfast pada 14 Agustus. Namun, Belfast dicoret menurut The Telegraph Belfast.[29] Mereka juga mengisyaratkan kemungkinan akan tur atau konser di Amerika Selatan.[30]
Pada tanggal 25 September 2008, Bellamy, Howard dan Wolstenholme menerima gelar Honorary Doctorate of Arts dari Universitas Plymouth atas kontribusi mereka terhadap musik.[31][32]

The Resistance (2009-sekarang)

Album kelima Muse The Resistance ini dirilis pada bulan September 2009. Ini adalah album Muse pertama yang dihasilkan sendiri oleh band.[33] Saat rilis, album ini menduduki puncak tangga album di 19 negara, menjadi band nomor album yang ketiga di nomor Inggris,[34] dan mencapai 3 di Billboard 200.[35] Kritik kebanyakan positif mengenai album ini, dengan banyak pujian ditujukan kepada ambisi, pengaruh musik klasik dan tiga belas menit, tiga bagian "Exogenesis: Symphony".[36] Ini juga mengalahkan album sebelumnya Black Holes & Revelations dalam penjualan album relatif dalam minggu debut di Inggris dengan sekitar 148.000 eksemplar terjual. Single pertama "Uprising" dirilis tujuh hari sebelumnya.[37]
Muse di Melbourne, Australia, 2010
Tur The Resistance dimulai dengan A Seaside Rendezvous di Teignmouth, Devon pada bulan September 2009 dan termasuk headlining Coachella Festival di bulan April 2010. Ini juga termasuk dua pertunjukan di Stadion Wembley pada bulan September 2010. Band ini juga mendukung U2 untuk 360 ° Tour. Dalam "Breakfast with Muse Concert" KROQ, Muse ditanya berapa lama mereka akan tur. Mereka mengatakan, "Kami mungkin akan menjalani tur sampai akhir tahun depan. Kami akan melakukan tur U2 dan Eropa dan ke Australia dan Asia dan kembali untuk sebuah tur AS yang luas. Hal ini akan benar-benar Tur terpanjang AS kami sampai saat ini. Dimulai pada sekitar akhir Februari atau Maret".[38]
Pada bulan Januari 2010, Muse ikut festival Big Day Out di berbagai tempat di Australia dan Selandia Baru dimulai dengan Auckland sampai dengan Perth.[39] Muse ikut Coachella pada hari Sabtu 17 April.[40] Muse juga ikut Festival Glastonbury 2010 bersama dengan Gorillaz dan Stevie Wonder[41][42] serta festival Oxegen pada tahun 2010 bersama Arcade Fire dan Eminem.[43] Pada tanggal 7 Mei 2010, diumumkan bahwa Muse memberikan sebuah lagu untuk soundtrack film ketiga The Twilight Saga: Eclipse yaitu "Neutron Star Collision (Love Is Forever)" dirilis pada tanggal 17 Mei.[44]
Muse memainkan lagu Plug In Baby di Acer Arena Sydney, Australia tanggal 9 Desember 2010
Pada tahun 2010, Muse dalam sebuah jajak pendapat oleh majalah musik NME untuk daur ulang mereka dari lagu Nina Simone "Feeling Good" sebagai lagu daur ulang terbaik sepanjang masa. Lebih dari 15.000 orang memberikan suara.[45]
Pada tanggal 12 September 2010, Muse memenangkan MTV Video Music Awards dalam kategori Best Special Effects, untuk promo untuk "Uprising".[46] Pada tanggal 21 November, Muse membawa pulang American Music Award untuk Favorite Artist di Musik Rock Alternatif Kategori, dalam sebuah upacara di Teater Nokia, Los Angeles.[47] Pada tanggal 2 Desember, diumumkan bahwa Muse telah dinominasikan untuk tiga penghargaan untuk 53 Grammy Awards: Best Rock Performance By a Duo or Group with Vocals - ("Resistance"); Best Rock Song - ("Resistance"), and Best Rock Album: (The Resistance).[48] Berdasarkan airplay dan penjualan terbesar di AS, singel Muse untuk tahun 2010 dengan "Uprising", "Resistance" dan "Undisclosed Desires" mencapai 1, 6 dan ke-49 di chart akhir tahun.[49][50] Pada Grammy Awards ke-53 pada 13 Februari 2011, Muse memenangkan Grammy Award untuk Best Rock Album untuk The Resistance.[51]

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Muse_%28grup_musik%29

Wednesday, May 4, 2011

Wisata Indonesia

Candi Tikus

Candi Tikus adalah sebuah candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di kompleks Trowulan, tepatnya di Dukuh Tinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini merupakan salah satu situs arkeologi utama di Trowulan. Bangunan Candi Tikus berupa tempat ritual mandi (petirtaan) di kompleks pusat pemerintahan Majapahit. Bangunan utamanya terdiri dari dua tingkat.

Situs candi ini digali pada tahun 1914 atas perintah Bupati Mojokerto Kromodjojo Adinegoro. Karena banyak dijumpai tikus pada sekitar reruntuhannya, situs ini kemudian dinamai Candi Tikus. Candi Tikus baru dipugar pada tahun 1985-1989.

Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad ke-13 atau abad ke-14. Candi ini dihubungkan dengan keterangan Mpu Prapanca dalam kitab Negarakertagama, bahwa ada tempat untuk mandi raja dan upacara-upacara tertentu yang dilaksanakan di kolam-kolamnya.

Bangunan yang terbuat dari batu bata merah dengan ukuran tinggi 5,20 meter, panjang 25,4 meter dan lebar 23,6 meter ini konon merupakan taman air dan tempat bersuci putri kerajaan Majapahit. Candi ini disebut Candi Tikus karena sewaktu ditemukan merupakan tempat bersarangnya tikus yang memangsa padi para petani.
Arsitektur bangunan melambangkan kesucian Gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Menurut kepercayaan Hindu gunung Mahameru juga merupakan tempat sumber air Tirta Amerta atau air kehidupan, yang dipercaya mempunyai kekuatan magis dan dapat memberikan kesejahteraan.

Dari mitos ini air yang mengalir di Candi Tikus dianggap bersumber dari Gunung Mahameru. Sampai saat ini masih ada masyarakat petani yang percaya bahawa air yang ada di Candi Tikus dapat digunakan untuk menolak atau mengusir hama tikus dari sawah. Candi ini sangat mudah dicapai baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.Objek Wisata Mojokerto Surga Dunia.

Wisata Indonesia

Candi Abang


Candi Abang adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Banyunibo dan Candi Barong, yaitu di dusun Candiabang, kelurahan Jogotirto, kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta, tidak jauh dari bandara Adisucipto.
Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi yang berbentuk seperti piramid ini dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batubata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa), dan diperkirakan mempunyai umur yang lebih muda dari candi-candi Hindu lainnya.

Bentuk candi ini berupa segi empat dengan ukuran 36 m x 34 meter, sekarang banyak ditumbuhi rerumputan sehingga dari jauh nampak mirip seperti gundukan tanah atau bukit kecil. Pada waktu pertama kali ditemukan, dalam candi ini terdapat arca dan alas yoni lambang dewa Siwa berbentuk segidelapan (tidak berbentuk segi empat, seperti biasanya) dengan sisi berukuran 15 cm.

Beberapa orang menganggap Candi Abang merupakan tempat penyimpanan harta karun pada zaman dahulu kala, oleh karena itu sering dirusak dan digali oleh orang tidak bertanggung jawab (pada bulan November 2002, misalnya) yang mencari harta peninggalan sejarah dan barang berharga.

fakta-fakta JAKARTA

Hanya sedikit warga Jakarta yang peduli pada sejarah kotanya sendiri.
Adolf Heuken pernah diprotes, kenapa beliau hanya menulis bukunya yang terkenal “Historical Sites of Jakarta” dalam bahasa Inggris. Menurut beliau itu karena warga Jakarta sepertinyat tidak tertarik akan sejarah kotanya sendiri.Buku itu memang akhirnya diterbitkan juga dalam bahasa Indonesia atas permintaan banyak pihak, namun pernyataan Heuken perlu direnungkan. Kalau melihat banyaknya bangunan tua bersejarah di kawasan kota lama Batavia yang dibiarkan dalam kondisi terlantar, kawasan bersejarah seperti segitiga Senen yang beralih fungsi menjadi kawasan komersial modern atau hilangnya Hotel Des Indes untuk dijadikan kawasan pertokoan Duta Merlin yang tanpa karakter, atau digusurnya gedung Societet de Harmonie, semakin hilangnya karakter pecinan di kasawan Kota dan masih banyak lagi, mungkin memang benar bahwa warga Jakarta kurang peduli pada sejarah kotanya.
Sesuatu hal yang menyedihkan karena dengan hilangnya monumen sejarah itu hilang pula kolektif memori warga Jakarta.


Jakarta sedang menuju bunuh diri ekologis

Tidak bisa disangkal kawasan hijau di Jakarta semakin berkurang. Bahkan daerah resapan air dan paru-paru kota juga sudah banyak berubah menjadi kawasan komersial. Check this : Hutan Simpang Tomang yang dulunya adalah sabuk hijau kota sekarang sudah menjadi Mal Taman Anggrek. Daerah persawahan dan rawa di Kelapa Gading sekarang sudah menjadi kawasan hiburan, perumahan dan komersial. Wilayah Sunter yang dulunya adalah daerah resapan air sudah menjadi kawasan permukiman dan pabrik. Kawasan hutan bakau Pantai Kapuk sekarang sudah menjadi daerah perumahan elit. Hutan Kota Senayan yang dulunya khusus diperuntukkan bagi paru-paru kota sekarang padat dengan berbagai mal dan bangunan perkantoran. Tidak heran peta genangan banjir semakin tahun semakin luas.

Jangan salahkan anak-anak yang bermain bola di jalanan, lah, lapangannya mana?

Kasian sekali anak-anak yang besar di Jakarta, tidak ada tempat bermain, jangankan lapangan bola, taman kecil tempat bermain ayunan atau bermain kelereng pun sudah tidak ada lagi. Ruang terbuka public di Jakarta sudah semakin berkurang dan sepertinya tidak pernah mendapat perhatian. Mungkin pemerintah Jakara berpikir untuk apa ada ruang terbuka public toh warganya juga sudah tidak punya waktu lagi untuk berinteraksi satu sama lain.


Mau becak, bemo, bajaj atau busway, semuanya sami mawon, tidak aman dan tidak nyaman.

Bus umum terutama metromini memang sudah terkenal banyak copet dan kalau lagi apes bisa juga bertemu garong atau dipalak preman. Tapi siapa nyana naik becak pun bisa dirampok. Busway yang rencananya akan jadi pahlawan angkutan umum Jakarta pun ternyata tidak nyaman. Tengok saja antrian busway yang panjangnya bisa sama dengan antrian Bantuan Langsung Tunai alias BLT. AC dan TV di halte busway yang awalnya dingin dan menyala terus pun sekarang sudah mati semua. Copet juga tidak ketinggalan ikut meramaikan busway. Kalau di dalam bis biasa atau metromini copet cukup berpakaian casual, bahkan aksesoris kebanggaan mereka seperti rantai dan anak kunci masih melekat d ibadan, maka kalau di dalam busway, para copet berpakaian sangat rapi layaknya karyawan, bahkan dandanan mereka bisa lebih rapi dan lebih harum daripada penumpang yang notabene adalah karyawan kantoran betulan.


Antara penjalan kaki dan warung kaki lima, eh ya yang digusur koq ya pejalan kaki…
Repotnya jadi pejalan kaki di Jakarta, sudah jalannya hanya seukuran pinggul orang dewasa, mesti bersaing pula dengan pedagang kaki lima dan parkiran liar. Pemerintah kota Jakarta sepertinya tidak pernah memperhatikan pejalan kaki, jangan harap ada trotoar lebar di seluruh kota Jakarta. Trotoar yang lebar hanya ada di secuil ruas jalan Thamrin Sudirman. Kalau ada trotoar nganggur sedikit saja, pasti langsung diisi oleh pedagang kaki lima atau parkiran sepeda motor liar atau bahkan trotoar dipakai pula untuk perlintasan kendaraan roda dua saat jalanan macet.

Kalau masuk kantor jam 8 pagi, dari rumah jam 6 pagi. Kalau masuk kantor jam 7 pagi, sebaiknya nginap saja di kantor.

Kemacetan lalu lintas adalah makanan sehari-hari warga Jakarta atau mereka yang bekerja di Jakarta. Beruntung mereka yang masih punya secuil lahan untuk ditinggali di kota Jakarta. Karena kawasan permukinan sudah semakin bergeser ke arah pinggiran, semakin banyak kaum komuter yang masuk ke kota Jakarta setiap hari. Saking padatnya kendaraan di pagi dan sore hari, semakin lama pula waktu yang terbuang di perjalanan. Orangtua harus berangkat pagi hari sebelum anak-anak bangun dan baru bisa tiba kembali di rumah setelah anak-anak tidur. Cara untuk mengatasi kemacetan? Tidak ada. Satu-satunya pilihan hanya bagaimana menikmatinya saja.


Katanya Molenvliet dulunya adalah Queen of the East, katanya……

Kota Paris yang indah punya sungai yang membelahnya menjadi dua. Kota Jakarta juga punya Molenvliet. Sungai ini membelah kota Jakarta dari Utara ke Selatan. Sekarang, area Molenvlieat adalah daerah seputar Jl. Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Dahulu daerah ini adalah permukiman elit warga negara Belanda dan warga keturunan Tionghoa. Kawasan ini sangat indah karena banyaknya rumah mewah gaya kolonial dengan taman-taman yang luas. Kawasan in pulalah yang menyebabkan kota Batavia di abad 17 diberi julukan Queen of the East. Apa yang tersisa saat ini sungguh sangat menyedihkan. Salah satu rumah mewah Belanda yang masih tersisa di kawasan ini dan masih terawat baik adalah Gedung Arsip Nasional yang dulunya adalah rumah Reiniers Klerk van Middelburg, mantan Gubernur Jendral Belanda.
Citra kawasan ini sebagai kawasan indah ala Eropa saat ini sudah tidak terlihat lagi. Bangunan kolonial sudah diganti dengan deretan ruko, pub, panti pijat, dan hotel hotel kelas murah.


Asap benar-benar membuat mabuk!

Hidup di Jakarta mau tidak mau harus bersahabat dengan asap. Mulai dari asap rokok hingga asap kendaraan bermotor. Berdasarkan penelitian yang pernah saya baca entah dimana, paparan CO2 yang terlalu tinggi pada tubuh manusia bisa menyebabkan IQ alias kecerdasan bisa menurun hingga beberapa point. Sayang belum pernah ada penelitian yang membuktikan bahwa IQ anak-anak Jakarta dan sekitarnya lebih rendah daripada IQ anak-anak di daerah luar Jakarta. Tapi siapa pula peduli pada otak yang cerdas, karena di Jakarta apa saja bisa jadi duit. Tapi terlepas dari soal IQ, asap benar-benar menurunkan kualitas kesehatan di kota Jakarta.

Seperti apa sih budaya asli warga Jakarta?
Selama beberapa tahun tinggal di kota ini, budaya asli warga Jakarta yang pernah saya lihat hanya ondel-ondel yang muncul setiap tujuh belasan dan setiap kali ada acara Jakarta Fair. Katanya musik asli orang Betawi yang warga asli Jakarta adalah Gambang Kromong, seperti apa bunyinya, mana saya tahu. Katanya setiap kali Lebaran, ada dodol khas bikinan orang Betawi, seperti apa rasanya, mana saya tahu. Sampai sekarangpun saya masih penasaran seperti apa budaya asli Jakarta. Semoga saja suatu saat saya bisa melihat produk asli warga Jakarta sebelum keburu dicekal seperti tari Jaipong.
Kolong jembatan, pinggir rel kereta, atau di mana saja deh, kalau mau bisa saja dibuat rumah.
Permukiman kumuh ada di mana-mana, dari yang legal sampai yang illegal. Masalah kependudukan mungkin memang sudah terlalu ruwet untuk diatasi. Dalam kumpulan foto tentang daerah kumuh karya Jonas Bendiksen, seorang fotografer muda asal Norwegia terdapat sebuah foto yang menggambarkan kehidupan seorang ibu bernama Asanah yang tinggal bersama suami dan tiga anak remaja di ruangan berukuran dua kali dua meter dengan tinggi 1 meter di bawah kolong jembatan di atas kanal pembuangan sampah kota Jakarta. Tidak ada satupun perabot rumah tangga di dalam rumah kecil itu. Sungguh menyesakkan menyaksikan kehidupan kaum miskin dan sangat miskin di kota ini. Mau digusur atau diremajakan? Tidak ada pilihan yang mudah.